Posts

Showing posts with the label kerja

JADI DOKTOR

Minggu-minggu terakhir ini rasanya cukup terganggu juga dengan seliweran email dan berita yang terkait dengan institusi tempat saya bekerja. Ditambah dengan laporan menumpuk dan mahasiswa yang menanti konsultasi perbaikan proposal, draft skripsi maupun thesis  - belum lagi yang rada memelas meminta ujian perbaikan sambil mengucapkan “maaf ya bu, mengganggu” rasanya ingin menjawab: “ya memang betul sekali kerjanya kamu (mahasiswa) itu gangguin dosennya..” hehe…. Kembali ke judul di atas, inti cerita kali ini adalah tentang jadi doktor. Kebanyakan orang sudah tahu do k tor itu apa, walaupun pernah juga saya d i sms oleh wartawan dengan menuliskan gelar saya sebagai dokter. Waduh, doktor dan dokter jelas beda. Doktor (Dr. ) ini adalah gelar akademik tertinggi yang diperoleh setelah mengikuti pendidikan tinggi di universitas, setelah strata-1  (sarjana) dan strata-2 (magister sains). Dokter (dr.) itu gelar profesi, yang juga diperoleh setelah menempuh strata-1 pendidikan tinggi ...

TULIS!!!

Beberapa waktu yang lalu acara akbar reuni 54 tahun SMA gue (sekarang namanya SMU kali ya?) digelar. Kalau penasaran: dulu saya anak SMA -4 yang letaknya di Jalan Batu, Gambir. Konon dulu jaman dulu termasuk salah satu SMA terbaik di Jakarta dan kini (dengan penuh keluh kesah) nyungsep jadi nomor ke 200an lah. Pikir-pikir memangnya ada berapa sih SMA di Jakarta? Kalau ada 2000, lumayan lah masih masuk 10% ha..ha…. Yang gawat kalau memang cuma ada 200 itu doang. Nah, kembali ke reuni, semua angkatan ngumpul deh, mulai yang seumuran penulis sampai yang seumuran anak . Pokoknya tumplek blek. Ada bagusnya juga kumpul semua angkatan, karena kalau reuni per angkatan nggak ketemu deh kita-kita sama angkatan lain yang barangkali dulu kita kecengin atau sebaliknya … gitu lho! Kaget juga pas denger komentar beberapa temen yang ternyata rajin menyimak blog ini. Padahal, kalau dari per-bloggers-an, saya jelas payah. Blog kagak disebarluaskan, kalau inget aja bilang-bilang ke temen itupun lewat...

CINTAKU DI KAMPUS BIRU

Waktu saya di Australia kalau pulang ke Indonesia, saya berkesempatan „menengok“ sinetron TV swasta. Saya bilang “menengok” karena tidak pernah bisa menyelesaikan penuh satu episode. Biasanya baru lima menit tayangan dimulai, saya sudah mulai mempertanyakan kelogisan jalan cerita. Akhirnya setelah sepuluh menit yang menyiksa, diputuskan untuk ganti menonton siaran lain atau matiin TV sekalian. Cerita ini sebenarnya sedikit hubungannya dengan TV karena yang ingin diceritakan adalah sepenggal cerita kehidupan sebagai dosen. Dimulai dengan sinetron karena yang saya sempat menonton sinetron Cintaku di Kampus Biru, adapatasi dari novel terkenal Ashadi Siregar. Citra dosen di kampus dalam novel ini menggambarkan strereotype dosen di mata (kebanyakan) orang Indonesia. Dosen itu pasti killer (pastinya punya instink membunuh), baik dosen lelaki maupun dosen perempuan bisa dimanfaatkan oleh sang mahasiswa entah dengan lirikan, rayuan maut maupun tangisan gombal. Streotype lain, mata duitan. Ka...